Kamis, 10 April 2014

Setiap organisme mampu menerima rangsang yang disebut iritabilitas, dan mampu pula menanggapi rangsang tersebut. Salah satu bentuk tanggapan yang umum adalah berupa gerak. Gerak merupakan perubahan posisi tubuh atau perpindahan yang meliputi seluruh atau sebagian dari tubuh.
Tumbuhan sebagai mahluk hidup juga melakukan gerak. Namun, gerak yang dilakukan oleh tumbuhan tidak seperti yang dilakukan oleh hewan maupun manusia. Jika pada hewan rangsang disalurkan melalui saraf, maka pada tumbuhan rangsang disalurkan melalui benang plasma (plasmodesma) yang masuk ke dalam sel melalui dinding yang disebut noktah. Gerakan pada tumbuhan sangat terbatas. Gerakan yang dilakukan oleh tumbuhan hanya dilakukan pada bagian tertentu. Pada prinsipnya, gerakan tumbuhan terjadi karena adanya proses pertumbuhan dan adanya kepekaan terhadap rangsang atau irritabilitas yang dimiliki oleh tumbuhan tersebut. Sebagai tanggapan terhadap rangsang terebut, tumbuhan melakukan gerakan yang mungkin menuju ke arah rangsang atau menjauhi, atau melakukan gerak tanpa menunjukan arah tertentu.



Gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi 3 macam yaitu : gerak endonom / autosom, gerak esionom / etionom, dan gerak higroskopis.
1.      GERAK ENDONOM ( GERAK AUTONOM )
Gerak endonom adalah gerak yang tidak dipengaruhi faktor luar. Contoh gerak endonom adalah:
a.       Gerak aliran sitoplasma dalam sel, seperti pada daun Hydrilla verticillata yang    membantu aliran siklus (melingkar).
b.      Gerak kromosom saat membelah.
c.       Gerak  tumbuhan ketika tumbuh, seperti tumbuhnya akar, batang, daun dan bunga.
2.      GERAK ESIONOM
Gerak esionom adalah gerak tumbuhan yang disebabkan rangsang dari luar. Gerak esionom dibedakan menjadi 3 macam yaitu: gerak tropisme, gerak nasti, dan gerak taksis.
a.       Gerak tropisme
Gerak tropisme adalah gerak bagian tubuh tumbuhan karena rangsang dari luar yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Tropisme positif  jika mendekati rangsang dan tropisme negatif  jika menjauhi. Rangsang dari luar yang mempengaruhi gerak tumbuhan ada bermacam-macam. Misalnya cahaya, gravitasi, air atau kelembaban, dan sentuhan atau singgungan. Berdasarkan jenis rangsangan tersebut, gerak tropisme dibedakan menjadi fototropisme, geotropisme, hidrotropisme, dan tigmotropisme.
1.      Fototropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang dipengaruhi oleh rangsang cahaya. Apabila gerak tumbuhan tersebut menuju ke arah cahaya, berarti tumbuhan tersebut melakukan gerak fototropisme positif. Apabila gerakan tumbuhan ini menjauhi arah cahaya, maka disebut fototropisme negatif. Contoh gerak fototropisme positif adalah tanaman biji-bijian yang sedang tumbuh tunas.
2.      Geotropisme adalah gerakan bagian tumbuhan karena pengaruh gravitasi (gaya tarik) bumi. Apabila arah pertumbuhan tersebut ke atas, maka termasuk geotropisme negatif. Akan tetapi, apabila arah pertumbuhan menuju ke bawah berarti termasuk gerak geotropisme positif. Contoh geotropisme positif adalah pertumbuhan akar yang selalu menuju ke bawah atau ke dalam tanah.

3.      Hidrotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa air. Arah pertumbuhan menuju tempat yang berair disebut gerak hidrotropisme positif. Apabila arah pertumbuhan tanaman menjauhi tempat yang berair disebut gerakan hidrotropisme negatif. Contoh hidrotropisme positif adalah arah pertumbuhan ujung akar di dalam tanah yang selalu menuju ke tempat yang mengandung air.
4. Tigmotropisme adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang berupa   singgungan atau sentuhan. Contohnya sulur markisa dan batang mentimun yang membelit tanaman lain. 
5.      Kemotropisme adalah gerak tropisme karena adanya rangsang zat kimia. Contoh: gerak ujung akar menuju tempat yang mengandung banyak mineral.
b.      Gerak nasti
Daun putri malu akan menutup apabila disentuh, dan setelah didiamkan agak lama, daun tersebut akan membuka kembali. Gerak tersebut sebagai tanggapan atas reaksi yang datang dari luar, sedangkan arah gerakannya tidak ditentukan oleh arah datangnya rangsang. Gerakan tersebut disebut gerak nasti. Jadi, gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsang, tetapi arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsangnya, gerak nasti dibagi menjadi:
1.      Fotonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang cahaya. Contoh:  Membuka dan menutupnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa)
2.      Termonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang suhu. Contoh: mekarnya bunga tulip bila suhu lingkungan mendadak mengalami kenaikan dan akan menguncup jika suhunya turun
3.      Seismonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsang sentuhan. Contoh: gerak mengatupnya daun putri malu (Mimosa pudika) ketika disentuh

4.      Niktinasti adalah gerak nasti karena pengaruh gelap. Gerak tidur daun majemuk pada tumbuhan karena rangsangan gelap (suasana gelap) akibat perubahan tekanan turgor di dalam sel-sel pada persendian daun. Contoh: menutupnya daun majemuk pada tumbuhan polong-polongan saat malam hari.
5.      Kemonasti adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan zat kimia. Contoh: membukanya mulut daun pada siang hari karena adanya karbon dioksida yang digunakan untuk fotosintesis
6.      Hidronasti adalah gerak nasti yang disebabkan rangsang beberapa air. Contoh: gerak pelipatan dan penggulungan daun pada keadaan sedikit air untuk mengurangi penguapan.
7.      Nasti Komplek adalah gerak nasti yang disebabkan karena rangsangan lebih dari satu macam. Gerak pada tumbuhan karena beberapa faktor yaitu cahaya, suhu, zat kimia, dan air. Contoh: membuka dan menutupnya stomata dipengaruhi oleh cahaya matahari, zat kimia, air, dan suhu.
8.      Haptonasti adalah gerak bagian tumbuhan karena sentuhan. Contoh: daun tumbuhan insektifora, jika ada serangga yang menyentuh, daun menutup, sehingga serangga tertutup daun kemudian dicerna dengan enzim.
c.       Gerak taksis
Gerak taksis adalah gerak berpindah tempat sebagian atau seluruh tubuh tumbuhan yang dipengaruhi rangsang dari luar. Gerak mendekati rangsang disebut gerak taksis positif sedangkan gerak yang menjauhi arah rangsang disebut gerak taksis negatif. Berdasarkan rangsang penyebabnya, gerak taksis dibedakan menjadi fototaksis dan kemotaksis.
                                        1.     Fototaksis merupakan gerak seluruh tubuh tumbuhan yang disebabkan oleh rangsang cahaya. Misalnya gerakan euglena yang selalu mendekati cahaya.
                                                2.      Kemotaksis merupakan gerak taksis yang dipengaruhi rangsang zat kimia. Contoh: gerak spermatozoid pada tumbuhan lumut dan paku menuju sel telur di dalam arkegonium. Bergeranya spermatozoid ini karena tertarik gula atau protein yang dihasilkan arkegonium.
                                              3.   Gerak Higroskopis
Gerak higroskopis adalah gerak yang disebabkan adanya perbedaan kadar air, sehingga sel-selnya  mengalami pengerutan yang tidak sama. Contoh:
·         Gerak membukanya kotak sporangium tumbuhan paku oleh annulus.
·         Pecahnya kulit buah tanaman polong-polongan yang sudah kering (misalnya: lamtoro, karet, flamboyan, dll)
·         Pecahnya kulit buah pacar air.

0 komentar:

Posting Komentar