Kamis, 10 April 2014


    Rangka merupakan sistem gerak yang ada dalam tubuh manusia, Namun pada pembahasan kali ini dunia sekolah akan membahas fungsi dari rangka manusia dan bagian-bagian rangka manusia sebagai sistem gerak manusia.
    Gerakan tubuh dimungkinkan karena adanya kerjasama antara tulang dan otot. Tulang yang ada pada tubuh tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak bila tidak digerakkan oleh otot. Otot dapat menggerakkan tulang karena dapat berkontraksi. Otot disebut sebagai alat gerak aktif sedangkan tulang disebut alat gerak pasif. Tulang-tulang yang ada di dalam tubuh manusia membentuk rangka.


Fungsi rangka manusia:
1. Memberi bentuk pada tubuh.
2. Sebagai alat gerak pasif.
3. Melindungi alat-alat tubuh dalam yang lemah.
4. Sebagai tempat melekatnya otot-otot rangka.
5. Menunjang tegaknya tubuh.
6. Tempat pembentukan sel-sel darah.
7. Sebagai tempat penimbunan mineral.


TULANG
       Berdasarkan susunan anatominya, tulang dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

a. Tulang Rawan ( Kartilago )

Tulang rawan memiliki sifat yang elastis. Tulang rawan terdiri atas sel-sel rawan (kondrosit) yang dapat menghasilkan matriks (substansi dasar) berupa kondrin. Kandungan tulang rawan terbanyak adalah kolagen yang berfungsi sebagai perekat, dan hanya sedikit zat kapur (kalsium karbonat dan kalsium fosfat ). Contoh tulang rawan adalah tulang rusuk, tulang hidung, dan tulang telinga


b. Tulang keras ( Osteon )

Tulang keras terdiri oleh sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteosit. Kandungan tulang keras yang terbanyak adalah zat kapur dan hanya sedikit zat perekat. Contoh tulang keras yaitu tulang tengkorak, tulang paha, tulang tangan, dan tulang kaki.


Berdasarkan sifat bahan penyusunnya, yaitu :

a. Tulang kompak

Tulang kompak, disebut juga tulang padat, tersusun dari sel-sel tulang dengan matriks yang rapat dan padat, serta mengandung senyawa kapur dan fosfor. Contoh tulang kompak yaitu tulang pipa.

b. Tulang spons

Tulang spons tersusun dari sel-sel tulang dengan matriks yang berongga. Contoh tulang spons yaitu tulang pendek dan tulang pipih.


Berdasarkan bentuknya, yaitu :

a. Tulang pipa

Contohnya pada tulang paha, tulang betis, tulang kering, tulang pengumpil, dan tulang hasta.

b. Tulang pipih

Contoh tulang pipih tulang rusuk, tulang belikat, dan tulang tengkorak; adalah tulang rusuk, tulang belikat, tulang tengkorak, tulang dada dan tulang usus

c. Tulang pendek

Contoh tulang-tulang pergelangan kaki dan pergelangan tangan serta ruas-ruas tulang belakang.


Tulang-tulang penyusun rangka manusia

1. Tulang Tengkorak

Tulang tengkorak tersusun atas tulang-tulang pipih yang saling berhubungan membentuk tempurung tengkorak. Tulang tengkorak berfungsi melindungi otak yang ada di dalamnya serta bola mata dan telinga bagian dalam. Tulang tengkorak terdiri atas tulang tengkorak bagian kepala ( tempurung kepala ) dan tulang tengkorak bagian muka ( wajah ).

2. Tulang Badan

Tulang badan merupakan kelompok tulang yang membentuk badan. Tulang badan dibentuk oleh lima ruas-ruas tulang, yaitu: gelang bahu, tulang belakang, tulang dada, tulang rusuk, dan gelang panggul.

a. Gelang Bahu

Gelang bahu tersusun atas dua pasang tulang yaitu tulang selangka dan tulang belikat

b. Tulang Belakang

Tulang belakang berjumlah 33 ruas, dan tersusun atas tulang pendek. Tulang belakang pada manusia terdiri atas lima bagian.

c. Tulang dada

Tulang dada berbentuk pipih dengan panjang kurang lebih 15 cm, terletak di bagian tengah dada dan merupakan tempat melekatnya tulang rusuk sejati. Tulang dada terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :

1) hulu, merupakan tempat melekatnya tulang selangka.
2) badan, merupakan tempat melekatnya 7 pasang tulang rusuk sejati.
3) taju pedang, merupakan tulang rawan.

d. Tulang rusuk

Tulang rusuk manusia berjumlah 12 pasang dan termasuk contoh tulang pipih. Tulang rusuk terbagi menjadi tiga bagian, yaitu :

1) rusuk sejati, berjumlah tujuh pasang dan melekat pada tulang punggung dan tulang dada.
2) rusuk palsu, berjumlah tiga pasang, dengan bagian belakang melekat pada tulang punggung dan bagian depan melekat pada tulang rusuk di atasnya.
3) rusuk melayang, berjumlah dua pasang, dengan bagian belakang melekat pada tulang punggung dan bagian depan melayang.

e. Gelang panggul

Gelang panggul tersusun atas 3 pasang tulang yang berhubungan satu sama lain.

3. Tulang Anggota Gerak

Tulang anggota gerak terdiri atas anggota gerak dan anggota gerak bawah.

Hubungan Antartulang (Artikulasi)


Tulang-tulang di dalam tubuh ada yang saling berhubungan dengan erat ada pula yang tidak. Hubungan antartulang ini disebut artikulasi. Hubungan antara tulang yang satu dengan lainnya (persendian tulang) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sinartrosis dan diartrosis.
    Sinartrosis, yaitu hubungan antartulang yang tidak memungkinkan adanya gerak. Pada jenis artikulasi ini penghubungnya adalah jaringan ikat yang kelak akan mengalami osifikasi. Misalnya hubungan antar tulang tengkorak (sutura).
       Amfiarthrosis yaitu hubungan antartulang yang memungkinkan sedikit gerak karena antartulang dihubungkan oleh tulang rawan. Misalnya ruas tulang belakang (vertebrae) dan hubungan antara tulang belakang dengan tulang rusuk.
      Diartrosis, yaitu hubungan antartulang yang memungkinkan timbulnya gerak, sering disebut dengan sendi.


Macam-macam hubungan diartrosis:

  1. Sendi kaku, kedua ujung tulang agak rata, sehingga menghasilkan gerakan geser dan tidak berporos. Contohnya,hubungan antartulang karpal (tulang pergelangan kaki).
  2. Sendi engsel, ujung tulang yang bergerak membentuk lekukan. Gerakan ini berporos satu. Misalnya, hubungan tulang pada siku, lutut dan ruas antar jari.
  3. Sendi ovoid, di mana kedua ujung tulang yang satu berbentuk oval, dan masuk ke dalam suatu lekuk yang berbentuk elips. Misalnya, persendian antara pergelangan tangan dan tulang pengumpil. Sendi ini memungkinkan berporos dua dengan gerak ke kiri dan ke kanan, maju-mundur dan muka-belakang.
  4. Sendi putar, ujung tulang yang satu dapat mengitari ujung tulang yang lain. Gerakan ini memungkinkan adanya gerakan rotasi yang berporos satu. Misalnya, hubungan antara tulang kepala dan tulang atlas.
  5. Sendi pelana, kedua ujung tulang membentuk sendi pelana berporos dua. Misalnya, hubungan antara ruas jari tangan dengan tulang tapak tangan.
  6. Sendi peluru (endartrosis), apabila ujung tulang yang satu berbentuk bonggol masuk ke tulang yang berbentuk cekungan. Hubungan ini berporos tiga. Misalnya, tulang lengan atas dengan tulang belikat, tulang paha dengan tulang pinggul.

0 komentar:

Posting Komentar